Ya, seperti biasa. Niat sekarang ingin bisa menulis sambil saya belajar bahasa asing. Beberapa hari belakangan saya fokus belajar bahasa asing dan rasanya malas sekali jika ingin sambil rutin menulis, karena pikiran saya seolah terasa seperti terbelah dan membuat kurang mood untuk menulis. Walau sebenarnya dalam hati saya begitu ingin sekali memaksakan tapi apalah daya rasanya pikiran ini terlalu lelah untuk berpindah fokus dari apa yang sedang difokuskan lalu beralih ke yang lain seperti menulis ini.
Saya belajar beberapa bahasa asing sekaligus dalam waktu yang sama. Awal-awal saya belajar Bahasa Jepang dan kemudian Bahasa Polandia, lalu saya juga tergoda untuk belajar Bahasa Mandarin dan Bahasa Rusia. Sebelum belajar semua bahasa asing yang disebutkan tadi, tentunya saya belajar Bahasa Inggris. Bahasa Inggris yang secara umum merupakan kurikulum pendidikan yang diajarkan sekolah di Indonesia sehingga menjadi familiar dan juga tentunya sebagai bahasa internasional, jadi untuk menjembatani agar kita semua dapat bersaing di kancah internasional, ya dalam hal berbisnis yang berbasiskan globalilsasi.
Belajar bahasa asing sekaligus dalam waktu yang bersamaan membuat saya lelah, pusing, riweuh dan karena itu mungkin cenderung agak menghilangkan mood untuk belajar. Terasa berat sekali ketika harus berpindah fokus antara satu bahasa ke bahasa yang lain, karena mungkin saja bahasa yang sedang saya pelajari yaitu bahasa dari negara Asia dan negara Eropa, yaitu misalnya Bahasa Polandia atau Bahasa Rusia dengan Bahasa Jepang atau Bahasa Mandarin China. Kedua jenis bahasa tersebut memang berbebeda jauh pola dan bentuk hurufnya.
Bahasa Eropa yang menggunakan huruf latin atau beberapa diantaranya hanya mirip jadi sedikit agak familiar dengan bahasa ibu yang ada di negara saya, Indonesia. Berbeda dengan bahasa asing yang ada di asia timur seperti Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin yang bukan menggunakan huruf latin, tapi yaitu Bahasa Jepang menggunakan huruf Hiragana, Katakana dan Kanji. Dan Bahasa Mandarin yang disebut sebagai Hanzi. Ya, ketika mempejahari bahasa dari negara Eropa dan Asia secara bersamaan, itu membuat fokus yang berbeda 180 derajat sehingga saya ibaratkan seolah mendaki gunung lalu turun lagi dan kemudian mendaki gunung lagi, begitu lelahnya.
Saya yang hingga sekarang memiliki kebiasaan menonton video YouTube untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, terutama saat ini sedang asyik mempelajari bahasa asing, secara tidak sengaja saya menemukan video dari channel luar tentang bagaimana mempelajari bahasa asing dan sejenisnya. Akhirnya salah satu video tentang bagaimana mempelajari bahasa asing, saya menemukan sepertinya metode yang cocok untuk mempelajari beberapa bahasa asing sekaligus secara konsisten dengan tanpa membuat pikiran kita lelah. Yaitu dengan cara kita menfokuskan sehari dalam bahasa itu dan sehari besoknya menggunakan bahasa ini. Dengan begitu, fokus kita akan tetap dalam bahasa yang sedang dipelajari tanpa terganggu dalam sekali waktu kita menggunakan fokus kepada bahasa lain. Walaupun sepertinya dalam video tersebut masih dalam satu rumpun ketika mempelajari metode fokus sehari hanya bahasa itu saja. Yaitu dalam video refrensi YouTube tersebut, misalnya kita hari senin mempelajari Bahasa Jepang lalu hari berikutnya hari selasa belajar Bahasa Mandarin.
Untuk kasus saya, bahasa asing yang ingin saya pelajari dalam satu waktu sekaligus yaitu Bahasa Polandia, Bahasa Rusia, Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin. Saya membagi pembelajarannya yaitu dengan cara saya yang mana sehari saya fokus belajar asing yang ada di negara eropa misalnya yang sedang saya pelajari yaitu Bahasa Polandia dan Bahasa Rusia, nah dalam satu hari sekaligus saya belajar Bahasa Polandia dan Bahasa Rusia, lalu hari berikutnya saya belajar bahasa dari negara Asia yaitu Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin.
Saya mulai menyadari meggunakan metode ini sejak kemarin dan sudah saya tetapkan. Walau pada hari kemarin pada awal harinya saya masih mempelajarinya secara campuran. Hari kemarin pada akhir hari, saya sudah mulai berniat memfokuskan belajar bahasa yang ada di negara asia, yaitu saya sudah berniat mempelajari Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin sekaligus. Dan kemudian pada hari ini saya akan memulai fokus mempelajari bahasa yang ada di negara Eropa, yaitu yang saya pelajari adalah Bahasa Polandia dan Bahasa Rusia.
Saya belajar beberapa bahasa asing sekaligus dalam waktu yang sama. Awal-awal saya belajar Bahasa Jepang dan kemudian Bahasa Polandia, lalu saya juga tergoda untuk belajar Bahasa Mandarin dan Bahasa Rusia. Sebelum belajar semua bahasa asing yang disebutkan tadi, tentunya saya belajar Bahasa Inggris. Bahasa Inggris yang secara umum merupakan kurikulum pendidikan yang diajarkan sekolah di Indonesia sehingga menjadi familiar dan juga tentunya sebagai bahasa internasional, jadi untuk menjembatani agar kita semua dapat bersaing di kancah internasional, ya dalam hal berbisnis yang berbasiskan globalilsasi.
Belajar bahasa asing sekaligus dalam waktu yang bersamaan membuat saya lelah, pusing, riweuh dan karena itu mungkin cenderung agak menghilangkan mood untuk belajar. Terasa berat sekali ketika harus berpindah fokus antara satu bahasa ke bahasa yang lain, karena mungkin saja bahasa yang sedang saya pelajari yaitu bahasa dari negara Asia dan negara Eropa, yaitu misalnya Bahasa Polandia atau Bahasa Rusia dengan Bahasa Jepang atau Bahasa Mandarin China. Kedua jenis bahasa tersebut memang berbebeda jauh pola dan bentuk hurufnya.
Bahasa Eropa yang menggunakan huruf latin atau beberapa diantaranya hanya mirip jadi sedikit agak familiar dengan bahasa ibu yang ada di negara saya, Indonesia. Berbeda dengan bahasa asing yang ada di asia timur seperti Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin yang bukan menggunakan huruf latin, tapi yaitu Bahasa Jepang menggunakan huruf Hiragana, Katakana dan Kanji. Dan Bahasa Mandarin yang disebut sebagai Hanzi. Ya, ketika mempejahari bahasa dari negara Eropa dan Asia secara bersamaan, itu membuat fokus yang berbeda 180 derajat sehingga saya ibaratkan seolah mendaki gunung lalu turun lagi dan kemudian mendaki gunung lagi, begitu lelahnya.
Saya yang hingga sekarang memiliki kebiasaan menonton video YouTube untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, terutama saat ini sedang asyik mempelajari bahasa asing, secara tidak sengaja saya menemukan video dari channel luar tentang bagaimana mempelajari bahasa asing dan sejenisnya. Akhirnya salah satu video tentang bagaimana mempelajari bahasa asing, saya menemukan sepertinya metode yang cocok untuk mempelajari beberapa bahasa asing sekaligus secara konsisten dengan tanpa membuat pikiran kita lelah. Yaitu dengan cara kita menfokuskan sehari dalam bahasa itu dan sehari besoknya menggunakan bahasa ini. Dengan begitu, fokus kita akan tetap dalam bahasa yang sedang dipelajari tanpa terganggu dalam sekali waktu kita menggunakan fokus kepada bahasa lain. Walaupun sepertinya dalam video tersebut masih dalam satu rumpun ketika mempelajari metode fokus sehari hanya bahasa itu saja. Yaitu dalam video refrensi YouTube tersebut, misalnya kita hari senin mempelajari Bahasa Jepang lalu hari berikutnya hari selasa belajar Bahasa Mandarin.
Untuk kasus saya, bahasa asing yang ingin saya pelajari dalam satu waktu sekaligus yaitu Bahasa Polandia, Bahasa Rusia, Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin. Saya membagi pembelajarannya yaitu dengan cara saya yang mana sehari saya fokus belajar asing yang ada di negara eropa misalnya yang sedang saya pelajari yaitu Bahasa Polandia dan Bahasa Rusia, nah dalam satu hari sekaligus saya belajar Bahasa Polandia dan Bahasa Rusia, lalu hari berikutnya saya belajar bahasa dari negara Asia yaitu Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin.
Saya mulai menyadari meggunakan metode ini sejak kemarin dan sudah saya tetapkan. Walau pada hari kemarin pada awal harinya saya masih mempelajarinya secara campuran. Hari kemarin pada akhir hari, saya sudah mulai berniat memfokuskan belajar bahasa yang ada di negara asia, yaitu saya sudah berniat mempelajari Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin sekaligus. Dan kemudian pada hari ini saya akan memulai fokus mempelajari bahasa yang ada di negara Eropa, yaitu yang saya pelajari adalah Bahasa Polandia dan Bahasa Rusia.