Saturday, June 20, 2020

Akhirnya Sudah Mulai Menetapkan Metode Belajar Bahasa Asing Versi Saya Sendiri

Ya, seperti biasa. Niat sekarang ingin bisa menulis sambil saya belajar bahasa asing. Beberapa hari belakangan saya fokus belajar bahasa asing dan rasanya malas sekali jika ingin sambil rutin menulis, karena pikiran saya seolah terasa seperti terbelah dan membuat kurang mood untuk menulis. Walau sebenarnya dalam hati saya begitu ingin sekali memaksakan tapi apalah daya rasanya pikiran ini terlalu lelah untuk berpindah fokus dari apa yang sedang difokuskan lalu beralih ke yang lain seperti menulis ini.

Saya belajar beberapa bahasa asing sekaligus dalam waktu yang sama. Awal-awal saya belajar Bahasa Jepang dan kemudian Bahasa Polandia, lalu saya juga tergoda untuk belajar Bahasa Mandarin dan Bahasa Rusia. Sebelum belajar semua bahasa asing yang disebutkan tadi, tentunya saya belajar Bahasa Inggris. Bahasa Inggris yang secara umum merupakan kurikulum pendidikan yang diajarkan sekolah di Indonesia sehingga menjadi familiar dan juga tentunya sebagai bahasa internasional, jadi untuk menjembatani agar kita semua dapat bersaing di kancah internasional, ya dalam hal berbisnis yang berbasiskan globalilsasi.

Belajar bahasa asing sekaligus dalam waktu yang bersamaan membuat saya lelah, pusing, riweuh dan karena itu mungkin cenderung agak menghilangkan mood untuk belajar. Terasa berat sekali ketika harus berpindah fokus antara satu bahasa ke bahasa yang lain, karena mungkin saja bahasa yang sedang saya pelajari yaitu bahasa dari negara Asia dan negara Eropa, yaitu misalnya Bahasa Polandia atau Bahasa Rusia dengan Bahasa Jepang atau Bahasa Mandarin China. Kedua jenis bahasa tersebut memang berbebeda jauh pola dan bentuk hurufnya.

Bahasa Eropa yang menggunakan huruf latin atau beberapa diantaranya hanya mirip jadi sedikit agak familiar dengan bahasa ibu yang ada di negara saya, Indonesia. Berbeda dengan bahasa asing yang ada di asia timur seperti Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin yang bukan menggunakan huruf latin, tapi yaitu Bahasa Jepang menggunakan huruf Hiragana, Katakana dan Kanji. Dan Bahasa Mandarin yang disebut sebagai Hanzi. Ya, ketika mempejahari bahasa dari negara Eropa dan Asia secara bersamaan, itu membuat fokus yang berbeda 180 derajat sehingga saya ibaratkan seolah mendaki gunung lalu turun lagi dan kemudian mendaki gunung lagi, begitu lelahnya.

Saya yang hingga sekarang memiliki kebiasaan menonton video YouTube untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, terutama saat ini sedang asyik mempelajari bahasa asing, secara tidak sengaja saya menemukan video dari channel luar tentang bagaimana mempelajari bahasa asing dan sejenisnya. Akhirnya salah satu video tentang bagaimana mempelajari bahasa asing, saya menemukan sepertinya metode yang cocok untuk mempelajari beberapa bahasa asing sekaligus secara konsisten dengan tanpa membuat pikiran kita lelah. Yaitu dengan cara kita menfokuskan sehari dalam bahasa itu dan sehari besoknya menggunakan bahasa ini. Dengan begitu, fokus kita akan tetap dalam bahasa yang sedang dipelajari tanpa terganggu dalam sekali waktu kita menggunakan fokus kepada bahasa lain. Walaupun sepertinya dalam video tersebut masih dalam satu rumpun ketika mempelajari metode fokus sehari hanya bahasa itu saja. Yaitu dalam video refrensi YouTube tersebut, misalnya kita hari senin mempelajari Bahasa Jepang lalu hari berikutnya hari selasa belajar Bahasa Mandarin.

Untuk kasus saya, bahasa asing yang ingin saya pelajari dalam satu waktu sekaligus yaitu Bahasa Polandia, Bahasa Rusia, Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin. Saya membagi pembelajarannya yaitu dengan cara saya yang mana sehari saya fokus belajar asing yang ada di negara eropa misalnya yang sedang saya pelajari yaitu Bahasa Polandia dan Bahasa Rusia, nah dalam satu hari sekaligus saya belajar Bahasa Polandia dan Bahasa Rusia, lalu hari berikutnya saya belajar bahasa dari negara Asia yaitu Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin.

Saya mulai menyadari meggunakan metode ini sejak kemarin dan sudah saya tetapkan. Walau  pada hari kemarin pada awal harinya saya masih mempelajarinya secara campuran. Hari kemarin pada akhir hari, saya sudah mulai berniat memfokuskan belajar bahasa yang ada di negara asia, yaitu saya sudah berniat mempelajari Bahasa Jepang dan Bahasa Mandarin sekaligus. Dan kemudian pada hari ini saya akan memulai fokus mempelajari bahasa yang ada di negara Eropa, yaitu yang saya pelajari adalah Bahasa Polandia dan Bahasa Rusia.

Tuesday, June 9, 2020

LATHI, Lagu yang Weird Genius yang Diciptakan Oleh WEIRD GENIUS !!!

LATHI, lagu yang sedang populer sampai mendunia yang berasal dari tanah air kita tercinta, Indonesia. Sekitar satu minggu lebih yang lalu sebelum viral di Facebook seperti sekarang ini, secara tidak sengaja ketika saya sedang browsing video di beranda YouTube. Saya menemukan salah satu video vlog konten reaksi dan menarik minta saya untuk menontonnya.

Video tersebut ber-thumbnail yang terdapat gambar cuplikan wanita berkostum horor seperti salah satu tokoh penjahat super dari jagat komik dan film pahlawan super, MARVEL. Wanita dalam cuplikan video tersebut tampak familiar bagi saya yang terlihat seperti Hela yang dalam jagat MARVEL, penjahat kejam Hela dengan julukan seorang Dewi Kematian (Goddess of Death) dan kakak atau saudari dari seorang pahlawan bumi, Thor yang seorang Dewa Petir (God of Thunder). Hela dan Thor juga memiliki saudara tiri yang bernama Loki, seorang penjahat super dengan kemampuan sihirnya dan dijuluki sebagai Dewa Kerusakan (God of Mischief). Sosok Hela bisa dilihat dalam salah satu sekuel film Marvel yaitu Thor: Ragnarok yang dirilis pada November 2017 silam.


Tetapi setelah lama-lama saya tonton videonya, saya jadi teringat lagi bahwa wanita berkostum horor yang sedang dibicarakan dalam video klip LATHI, ternyata saya baru menyadari bahwa wanita tersebut lebih mirip dengan salah satu penjahat super dalam jagat komik dan film DC Comics, yaitu Enchantrees yang merupakan seorang penyihir kuno yang berusia ribuan tahun. Penampilan Enchantrees yang urakan dan menyeramkan dengan tubuhnya yang dibalut asap hitam membuatnya lebih seperti sosok supranatural jika dibandingkan penyihir biasa yang masih berpenampilan seperti manusia. Sosok Enchantrees bisa dilihat dalam film pahlawan super DC Comics yang berjudul Suicide Squad yang dirilis pada Agustus 2016 silam.

Baiklah, kembali soal lagu LATHI yang sedang viral di jagat maya. Lagu yang dirilis sekitar dua bulan lalu pada platform YouTube ini telah ditonton sebanyak lebih dari 48 juta kali. Dan WAW! Sangat populer sampai mendunia, orang-orang dari mancanegara banyak memujinya dan sampai banyak konten YouTube yang membahas mengenainya. Lagunya dan tak biasa ini, banyak dari orang dari mancanegara yang memuji lantunan musiknya yang sepertinya bagi mereka terdengar unik pada bagian instrumen musik tradisional di klip yang menunjukan tarian tradional kebudayaan Indonesia. Selain itu juga dalam video klip Lathi ini juga menunjukan seseorang sedang menunjukan cuplikan tarian kuda lumping lalu orang memakan beling atau serpihan kaca.

Di dalam video reaksi orang yang menonton video klip Lathi, video reaksi tersebut berjudul kurang lebih blablabla Reaction Lathi Weird Genius, entah saya lupa lebih tepatnya bagaimana judul video dari kanal YouTube tersebut. Dan saya pikir kata Weird Genius itu penggambaran secara pribadi orang tersebut dalam mendeskripsikan video LATHI yang memang masuk akal. Melihat reaksi orang tersebut yang terlihat terkagum-kagum dan nampak asing nan unik baginya, yang pada bagian instrumen tradisional berbunyi taktiktok. Tapi ternyata itu adalah nama band yang menciptakan lagu LATHI tersebut.

Saat setelah menonton video reaksi orang itulah awalnya saya pertama kali mengetahui video klip LATHI yang diciptakan oleh Weird Genius. Yang awalnya saya tahu lagu LATHI dari konten video reaksi orang luar, akhirnya saya tertarik ingin menonton video klipnya lalu saya temukan video klipnya dari kanal yang bernama Weird Genius, dan sekaligus nama band pencipta lagu LATHI tersebut. Judul video klipnya adalah Weird Genius - Lathi (ft. Sara Fajira) Official Music Video.
Setelah lagu ini viral sampai ditonton mendunia, rupanya ada saja yang kontroversial dari lagu ini oleh salah satu seorang pemuka agama dari negara tetangga kita, yaitu Malaysia. Orang tersebut mengklaim bahwa lagu LATHI ini disebut lagu penyembah setan. Yaitu di bagian lirik Bahasa Jawa dan ya sepertinya orang tersebut tidak tahu atau tidak mengerti Bahasa Jawa, makanya ketika ada sesuatu yang terlihat sosok horor dan ucapan-ucapan aneh bagi mereka yang tidak tahu bahwa lagu tersebut ada lirik berbahasa Jawa.

Dan sekali lagi saya benar-benar bangga, akhirnya setidaknya kebudaan tradisional kita jadi bisa lebih dikenal lagi oleh mancanegara. Yang tadi tidak tahu tari tradional Indonesia dan Bahasa Jawa dari negara, akhirnya mungkin ada juga orang yang sampai ingin mempelajari Bahasa Jawa, mungkin saja tidak menutup kemungkinan, bukan? Seperti saya ini yang suka menonton serial anime Naruto, yang mana anime Naruto ini berasal dari Jepang dan akhirnya saya dan banyak orang lain yang menyukai anime Jepang, jadi mengenal budaya Jepang dan sampai tertarik mempelajari bahasanya, yaitu Bahasa Jepang yang tentu saja bukan bahasa yang mudah bagi kita orang Indonesia yang tidak berbahasa Jepang. Bukan hanya bahasa saja, sampai banyak juga komunitas pecinta Jejepangan di negara kita.

Akhir kata dari saya dan harapan saya ke depan untuk industri musik di Indonesia, mudah-mudahan menjadi banyak musik tanah air yang mengangkat tema unsur kebudayaan Indonesia. Sehingga dengan demikian melalui musik, kebudayaan Indonesia jadi lebih mudah dikenal.

** Jika kalian ingin menonton video klipnya, klik tautan dibawah ini yang akan mengarahkan langsung ke video klipnya:
https://youtu.be/8uy7G2JXVSA

Sunday, June 7, 2020

Sibuk Belajar Bahasa Asing Sampai Lupa Menulis

Setelah tadi tulisan pertama saya di blog ini, beberapa hari setelahnya saya tidak menulis lagi dikarenakan saya ingin fokus kepada pembelajaran bahasa asing dan juga fokus membaca buku sains yang saat itu baru saja saya beli di Gramedia Cipto Cirebon.

Saya membaca buku berjudul ASAL MULA - Terjadinya Alam Semesta, Galaksi, Tata Surya dan Kita pada saat sedang asyik tadi sehingga membuat saya terlarut di dalam bacaannya dan melupakan komitmen saya untuk menulis artikel blog. Dan setelah selesai membaca buku itu kemudian berlanjut saya membaca buku yang berjudul Kepunahan Keenam - Sixth Extinction karya Elizabeth Kolbert.




Pada saat itu sebelum saya ada keinginan untuk membaca kedua buku diatas, saya sebenarnya sempat ingin sekali membaca buku BELAJAR CARA BELAJAR karya Fikri Rousyan, yang saya dapatkan refrensi buku itu dari ketika saya menonton video streaming online bernama YouTube, dari kanal YouTube yang bernama Hujan Tanda Tanya. Pemilik kanal YouTube ini adalah Fikri Rousyan dan ya sekaligus orang yang ada di balik buku BELAJAR CARA BELAJAR. Akhirnya segera setelah menonton video dari kanal Hujan Tanda Tanya, yang berjudul Cara Belajar Efektif, karena saya sekarang bergejolak ingin mempelajari sesuatu. Setelah menonton, awalnya saya ingin sekali langsung menghempaskan diri menuju Gramedia, tetapi kkarena hari sudah agak sore sekitar waktu Ashar, jadi saya pikir besoknya saja. Dan setelah keesokan harinya, saya memberangkatkan diri menuju Gramedia. Setelah sampai di Gramedia, saya sambil melihat-lihat di rak buku dan menuju komputer untuk mencari buku yang dimaksud, dan ternyata bukunya tidak tersedia seperti yang tertampil di layar monitor perangkat lunak pencarian buku. Kemudian setelah sedikit dipikir-pikir, saya memberanikan diri untuk bertanya kepada karyawan di sekitar, tapi ternyata memang bukunya stok bukunya tidak ada. Dan salah satu karyawan yang membantu mencarikan buku menawarkan untuk pemesanan online, tapi saya menolaknya. Saya ingin membeli bukunya dengan harga yang paling hemat, karena itu ketika karyawan tersebut menawarkan untuk membelinya dari Gramedia Online, saya pikir akan lebih menghemat jika membeli sekalian saja dari toko online di luar Gramedia, seperti Shopee atau TokoPedia. Padahal memang saat menonton video dari kanal Hujan Tanda Tanya, seperti yang dibilang oleh pembicara kanal Hujan Tanda Tanya, bukunya bisa didapatkan dari Shopee atau TokoPedia. Pada saat itu di handphone saya tidak terinstal aplikasi Shopee, sampai saya terpaksa harus menginstalnya demi bisa mendapatkan buku itu. Ketika saya eksekusi check-in proses pembelian, katanya disitu tertulis gratis ongkir minimal pembelian Rp50.000, tetapi ah sudahlah disitu entah bagaimana caranya saya tidak mendapatkan gratis ongkir tersebut sampai akhrinya saya putus asa memakai aplikasi Shopee dan saya pikirkan untuk menunggu sedikit ingin membeli dari toko Gramedia-nya langsung saja, barangkali saja saya pikir tersedia lagi. Harga buku BELAJAR CARA BELAJAR yaitu Rp85.000 seperti tertera di toko online tersebut tetapi saya menemukan harga yang sedang promo dari lapak Gramedia Official di Shopee menjadi hanya sebesar Rp64.600.

Dan setelah sekitar hampir satu bulan dari impian ingin membeli buku BELAJAR CARA BELAJAR, akhirnya keinginan membeli buku itu jadi agar sirna.

Saya akhirnya berfokus kepada apa yang sedang ingin saya miliki kemampuan berbahasa asing. Dulu saat sejak SMP, saya ingin bisa berbahasa Jepang tapi belum juga terlaksa untuk latihan otodidak secara serius sampai akhirnya menyudahi diri padahal hanya baru sekali sekejap saja. Dan sekarang sudah sekitar 2 bulan saya menggunakan aplikasi Duolingo dan sambil itu saya mencoba aplikasi lainnya dan sampai saat ini saya masih dan sepertinya tetap menggunakan Duolingo untuk jangka panjang kedepan. Saya juga baru-baru ini tertarik belajar Bahasa Mandarin, Bahasa Arab dan Bahasa Polandia.

Semoga saja seterusnya saya mulai bisa menyeimbangkan untuk terus konsisten antara belajar bahasa asing dan menulis.

Thursday, May 21, 2020

Akhirnya Saya Mulai Blogging...

Setelah panjang lebar saya memikirkan keinginan saya untuk mulai blogging, yaitu saat-saat mulai dimana saya harus memulai setelah mendapat sangat banyak sekali motivasi dan pengembangan diri yang saya dapat dari platform berbagi video streaming online, YouTube dan buku-buku. Dan secara teknis mendapat pengetahuan dan inspirasi dari teman saya yang bernama Muhammad Syaikhu Rais dan para pengguna sosial media Facebook.

Saya sangat iri sekali ketika melihat skrinsut-an penghasilan online mereka, dan saya begitu merasa sangat terpukul sungguh merasa sangat tidak produktif diri saya. Saya hanya menonton kesenangan mereka ketika mendapat penghasilan bulanan dari blogging yang mereka lakukan. Sedangkan saya hanya bisa berkhayal bisa seperti di posisi mereka juga, tapi saya bingung sekali bagaimana memulainya, entah karena memang sifat saya yang terlalu perfeksionis ini sehingga dalam mindset saya, saya akan memulai jika semuanya sudah siap. Padahal jika terus berpikir seperti itu, pasti tidak akan siap. Semua akan siap jika saya sudah berani memulainya terlebih dahulu, karena soal ketidaksempurnaan dalam sesuatu itu bisa dilakukan di jalan, yang terpenting adalah mulai saja dulu.

Sebenarnya, dalam dunia per-blogging-an, saya sudah tahu dan sudah pernah membuat blog sejak saya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hanya saja, saya hanya sekedar untuk coba-coba iseng. Saat itu saya hanya sekedar membuatnya saja tanpa memikirkan yang hal teknis yang belum saya ketahui saat itu.

Setelah pertama kali membuat blog saat SMP itu, saya tidak mengutak-atiknya lagi untuk berniat serius nge-blog. Karena saat itu belum tahu kalau blogging bisa untuk pekerjaan sampingan dan menghasilkan uang. Dan setelah saya menginjak di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), ketika saya mengetahui bahwa blogging bisa menghasilkan uang dengan dijadikan pekerjaan sampingan, mengetahui dari seorang teman satu kelas saya yang bernama Aditya Roby Maulana, yang saat itu saya baru kenal istilah Google AdSense. Ya, Google AdSense adalah paltform perusahaan raksasa yang terkenal sebagai mesin pencari untuk menjelajah internet, Google.

Salah satu produk Google yang lainnya juga selain Google AdSense, yaitu ada lagi untuk tempat dimana kita bisa menyampaikan hobi menulis kita dengan istilah Blogging, nama produk ini adalah Blogger, layanan Blogger ini gratis seperti yang saya gunakan ini dan dengan berakhiran nama domain .blogspot.com, contohnya nama alamat blog yang saya buat ini adalah suhadi1997.blogspot.com.

Kembali soal menulis, pada saat ingin berniat menjadi blogger saat di SMK dulu, kebetulan ketika ada bazar buku, saya menemukan buku yang berjudul Panen Duit Lewat Internet, nama penulisnya adalah Bunafit Nugroho. Buku ini edaran tahun 2009, tapi mendapatkannya pada saat SMK kelas dua atau sekitar tahun 2014 Saya mendapatkan buku ini melalui bazar rutin yang diadakan setiap tahun di kota Gedung Islamic Centre Kota Cirebon, samping Masjid Raya At-Taqwa. Dan sampai sekarang saya baru membukanya lagi untuk berniat memulai blogging. Kondisi dalamnya masih mulus sekali, tapi memang dari luar terlihat seolah ada noda seperti entah bintik apa saya kurang paham dan itu susah untuk dihilangkan akibat lamanya mengendap tak tersentuh.
Kembali pada kejadian tahun 2020 sekarang, saat saya sudah mulai banyak pupukan dari hasil kondisi saya yang ingin bisa mendapatkan penghasilan melalui internet, walau memang awal-awal belum bisa dijadikan sebagai penghasilan utama. Motivasi saya ingin bisa berpenghasilan lewat internet karena saya tidak betah dengan pekerjaan di dunia nyata karena saya yang merasa tidak memiliki skill mumpuni untuk bekerja enak di dunia nyata. Sehingga karena itulah saya jadi tergerak ingin berpenghasilan sesuai dengan gairah kita atau disebut passion. Ya, saya suka menulis sudah sejak lama. Tapi baru ada dorongan keinginan untuk menulis karena terdesak harus menghasilkan uang, walau meskipun bukan dijadikan pekerjaan utama karena ya itu memang bagusnya. Kita tetap bisa menghasilkan penghasilan pasif sesuai dengan apa yang kita senangi.

Baru kemudian, puncaknya ketika saya ingin mulai menekuni pekerjaan sampingan untuk menulis ketika melihat postingan dari grup Facebook. Saya berpikir, kalau orang semacam dia saja bisa, maka saya juga harus bisa! Ya kita semua pasti bisa asal memang kita menekuninya. Dan langkah awal baiknya jangan terobsesi dengan uang dulu, tapi jadikanlah sebuah kebiasaan yang menyenangkan dengan begitu kita tidak akan merasa terbebani. Niscaya jika kita sudah punya nilai dari apa yang kita lakukan, maka uang pasti akan menghampiri kita. Hehehe...

Itu saja yang dapat saya sampaikan curhatan saya awal benar-benar atau entahlah bagaimana kedepannya, cerita awal menulis di blog yang dapat saya sampaikan. Sekian dari saya, Suhadi. Terima kasih...